Just another WordPress.com site

laporan PKL “Ratna Sari Dewi”

 

BAB II

 

PROFIL PERUSAHAAN

 

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V PEKANBARU

 

A.   Tentang PT Perkebunan Nusantara V (Persero)

        PT Perkebunan Nusantara V (Persero), merupakan BUMN Perkebunan yang didirikan tanggal 11 Maret 1996 sebagai hasil konsolidasi kebun pengembangan PTP II, PTP IV, dan PTP V di Provinsi Riau.

Secara efektif Perusahaan mulai beroperasi sejak tanggal 9 April 1996 dengan Kantor Pusat di Pekanbaru. Landasan hukum Perusahaan ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 10 Tahun 1996 tentang Penyetoran Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara V.

Anggaran Dasar Perusahaan dibuat di depan Notaris Harun Kamil melalui Akte No. 38 tanggal 11 Maret 1996 dan disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman RI No. C2-8333H.T.01. Tahun 1996, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (RI) Nomor 80 tanggal 4 Oktober 1996, dan Tambahan Berita Negara RI Nomor 8565/1996.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH No. 01/2002 tanggal 1 Oktober 2002. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan Menteri Kehakiman dan HAM RI melalui Surat Keputusan No. C-20923.HT.01.04.TH.2002 tanggal 28 Oktober 2002, dan telah diumumkan dalam Berita Negara RI Nomor 75 tanggal 19 September 2003 dan Tambahan Berita Negara RI Nomor 8785/2003.

Saat ini Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di Jl. Rambutan No. 43 Pekanbaru, dengan Unit – Unit Usaha yang tersebar di berbagai Kabupaten di Provinsi Riau.

Perusahaan mengelola 51 unit kerja yang terdiri dari 1 unit Kantor Pusat; 5 Unit Bisnis Strategis (UBS); 25 unit Kebun Inti/Plasma; 12 Pabrik Kelapa Sawit (PKS); 1 unit Pabrik PKO; 4 fasilitas Pengolahan Karet; dan 3 Rumah Sakit. Areal yang dikelola oleh Perusahaan seluas 160.745 Ha, yang terdiri dari 86.219 Ha lahan sendiri/inti dan 74.526 Ha lahan plasma.

B.     Visi dan Misi

a)      Visi

Menjadi Perusahaan perkebunan yang tangguh, mampu tumbuh dan berkembang dalam persaingan global.

b)      Misi

Mengelola agroindustri kelapa sawit dan karet secara efisien bersama mitra, untuk kepentingan stakeholder, berwawasan lingkungan, unggul dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

C.    Bidang Usaha PTPN V (Persero)

          Saat ini PTPN V bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet,meliputi pembukaan lahan,penanaman, pemeliharaan, pemanenan sampai dengan pengolahan hasil produksinya menjadi barang jadi dan setengah jadi berupa minyak sawit (CPO), inti sawit, PKO, PKM, Ribbed Smoked Sheet (RSS), Standard Indonesia Rubber 10/20 (SIR 10/20) dan produk lainnya.

Selain itu perusahaan juga melakukan pengembangan lahan melalui pola kemitraan dan pola plasma untuk meningkatkan pasokan bahan baku produksi. Ditengah kondisi perekonomian global yang mulai membaik, persaingan di industri sejenis juga mulai meningkat, sehingga perusahaan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kinerjanya. Usaha yang dilakukan perusahaan antara lain adalah meningkatkan pasokan bahan baku melalui pembelian Tandan Buah Segar (TBS), Bahan Olah Karet (Bokar), meningkatkan kapasitas olah pabrik dan usaha-usaha produktif lainnya.

NO

KEBUN / PKS / UNIT dan KODE

 

SBU TAN                                                                                   

1

SBU TAN 05. SBU TAN

2

KEBUN TANDUN 05. TAN

3

KEBUN SEI BERLIAN 05. SBE

4

KEBUN TERANTAM 05. TER

5

KEBUN SEI KENCANA 05. SKE

6

KEBUN SEI LINDAI 05. SLI

7

KEBUN TAMORA 05. TAM

8

KEBUN SEI BATU LANGKAH 05. SBL

9

PKS TANDUN 05. PKS TAN

10

PKS TERANTAM 05. PKS TER

11

PPKO TANDUN 05. PKO TAN

 

SBU SGH

12

SBU SGH 05. SBU SGH

13

KEBUN SEI GALUH 05. SGH

14

KEBUN SEI GARO 05. SGO

15

KEBUN SEI PAGAR 05. SPA

16

KEBUN TANJUNG MEDAN 05. TME

17

KEBUN TANAH PUTIH 05. TPU

18

PKS SEI GALUH 05. PKS SGH

19

PKS SEI GARO 05. PKS SGO

20

PKS SEI PAGAR 05. PKS SPA

21

PKS TANJUNG MEDAN 05. PKS TME

22

PKS TANAH PUTIH 05. PKS TPU

 

SBU SRO

23

SBU SRO 05. SBU SRO

24

KEBUN SEI ROKAN 05. SRO

25

KEBUN SEI INTAN 05. SIN

26

KEBUN SEI SIASAM 05. SSI

26

KEBUN SEI TAPUNG 05. STA

27

PKS SEI ROKAN 05. PKS SRO

28

PKS SEI INTAN 05. PKS SIN

29

PKS SEI TAPUNG 05. PKS STA

 

SBU LDA

30

SBU LDA 05. SBU LDA

31

KEBUN LUBUK DALAM 05. LDA

32

KEBUN SEI BUATAN 05. SBT

33

KEBUN  AIR MOLEK – I 05. AMO-I

34

KEBUN  AIR MOLEK – II 05. AMO-II

35

KEBUN BUKIT SELASIH 05. BSE

36

PENGEMBANGAN KEBUN AMO 05. PGK.AMO

37

PKS LUBUK DALAM 05. PKS LDA

38

PKS SEI BUATAN 05. PKS SBT

39

PROYEK PEMB. PKS AMO 05. PKS AMO

 

SBU PLASMA

40

KBN.PLS. STA/SSI/SIN 05. PLS. STA/SSI/SIN

41

KBN.PLS. SBT/LDA 05. PLS. SBT/LDA

42

KBN.PLS. SGO/SGH/SPA/TPU 05. PLS.SGO/SGH/SPA/TPU

 

NON SBU

43

RS. NUSALIMA 05. RS. NL

44

RS. TANDUN 05. RS.TAN

45

RS.SEI ROKAN 05. RS.SRO

D.  PETA Unit  Kerja & Lokasi PTPN V (Persero)

SBU Plasma
1.   Kantor SBU Plasma / Plasma SBU Office
2.   Kebun Plasma SBT, LDA /
SBT, LDA Plasma Estate
3.   Kebun Plasma STA, SSI, SIN /
STA, SSI, SIN Plasma Estate
4.   Kebun Plasma SGO, SPA, TPU /
SGO, SPA, TPU Estate
5.   PKS SGH, Kebun Plasma SGH /
SGH POM, SGH Plasma Estate

Strategic Business Unit (SBU) Sei Galuh (SGH)
1.   Kantor SBU SGH / SGH SBU Office
2.   Kebun Inti/KKPA Sei Pagar (SPA) / SPA Estate
3.   Kebun Inti/KKPA Sei Galuh (SGH) / SGH Estate
4.   Kebun Inti/KKPA Sei Garo (SGO) / SGO Estate
5.   Kebun Tanjung Medan (TME) / TME Estate
6.   Kebun inti Tanah Putih (TPU) / TPU Estate
7.   Pabrik Kelapa Sawit (PKS) SPA /

Palm Oil Mill (POM) SPA
8.   PKS Sei Garo / POM SGO
9.   PKS TPU / POM TPU
10. PKS TME / POM TME

SBU Sei Rokan (SRO)
1.  Kantor SBU SRO / SBU SRO Office
2.  Kebun Inti Sei Tapung (STA) / STA Estate
3.  Kebun Sei Siasam (SSI) / SSI Estate
4.  Kebun SRO / SRO Estate
5.  Kebun Sei Intan (SIN) / SIN Estate
6.  PKS SRO / SRO POM
7.  PKS SIN / SIN POM
8.  PKS STA / STA POM SBU Tandun (TAN)
1.  Kantor UBS TAN / SBU TAN Office
2.  Kebun Sei Kencana I (SKE I) / SKE I Estate
3.  Kebun Sei Kencana II (SKE II) / SKE II Estate
4.  Kebun Sei Berlian (SBE) / SBE Estate
5.  Kebun TAN / TAN Estate
6.  Kebun Terantam (TER) / TER Estate
7.   Pengembangan Kebun Inti Sei Tapung (STA) /
STA Nucleus Estate Development
8.   Kebun Sei Lindai (SLI) / SLI Estate
9.   Kebun Tamora (TAM) / TAM Estate
10. PKS TER / TER POM
11. PKS TAN / TAN POM
12. PKO TAN / TAN PKO

SBU Lubuk Dalam (LDA)
1.   Kantor SBU LDA / LDA Office
2.   Kebun Inti Sei Buatan (SBT) / SBT Estate
3.   Kebun LDA / LDA Estate
4.   Kebun Air Molek I (AMO I) / AMO I Estate
5.   Kebun AMO II / AMO II Estate
6.   Pengembangan AMO / AMO Estate
Development
7.   PKS SBT / SBT POM
8.   PKS LDA / LDA POM
9.   Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR)
Bukit Selasih (BSE) / BSE Smallholder Factory
10. Pembangunan PKS AMO /
AMO POM Developmen

Jenis Produk

I.  Minyak Sawit
Perusahaan mengelola 12 PKS yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit yang dijual dan dipasarkan di pasar dalam dan luar negeri, sehingga produk tersebut harus memenuhi kriteria baku mutu standar nasional maupun internasional. Spesifikasi minyak sawit harus memenuhi persya ratan seperti kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran.

II. Inti Sawit
Inti sawit dihasilkan dari pemisahan daging buah selama proses pengolahan berlangsung. Tahapan proses untuk menghasilkan inti sawit melalui pemisahan, pemecahan, pengeringan dan penyimpanan. Spesifikasi inti sawit harus memenuhi kriteria kadar air, kotoran, inti pecah dan inti berubah warna sesuai standar. Inti sawit yang dihasilkan PKS-PKS tersebut sebagian besar diolah di Pabrik PKO/PKM milik sendiri di Tandun dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan perusahaan.

III. Karet

Perusahaan mengoperasikan 2 Pabrik Karet Remah (SIR) dan 2 Pabrik Pengolahan Karet Asap (RSS) dengan hasil olah berupa SIR 10/20, RSS I, RSS II, RSS III, RSS IV, dan Cutting. Pada bulan Oktober 2009 operasional Pabrik RSS Sei Lindai dihentikan sementara sehubungan dengan terbatasnya hasil produksi lateks kebun dan adanya kontrak kerjasama suplai lateks ke Pabrik Lateks Pekat PT Mardec Nusa Riau. Sedangkan Pabrik RSS Air Molek juga dihentikan sementara operasionalnya karena suplai lateks kebun tidak mencukupi kapasitas olah. PT Mardec Nusa Riau yang merupakan anak perusahaan hasil kerjasama antara perusahaan dengan Mardec International Sdn. Bhd., Malaysia dan PT Banihuma Jakarta cukup memberikan kontribusi kepada perusahaan. dengan Mardec International Sdn. Bhd., Malaysia dan PT Banihuma Jakarta cukup memberikan kontribusi kepada perusahaan.

2.       Kapasitas Pengolahan

  1. I.               Kapasitas Pengolahan Kelapa Sawit

PKS

Kapasitas Terpasang
Ton TBS/Jam

  1. Tanjung Medan (TME)
  2. Tanah Putih (TPU)
  3. Sei Buatan (SBT)
  4. Lubuk Dalam (LDA)
  5. Sei Pagar (SPA)
  6. Sei Galuh (SGH)
  7. Sei Garo (SGO)
  8. Terantam (TER)
  9. Tandun (TAN)
  10. Sei Intan (SIN)
  11. Sei Rokan (SRO)
  12. Sei Tapung (STA)

30,00
60,00
60,00
30,00
30,00
60,00
30,00
60,00
40,00
30,00
60,00
60,00

Jumlah

550,00

  1. II.             Kapasitas Pengolahan Karet

Pabrik

Jenis
Produk

Kapasitas Terpasang
KgKK/Hari

Air Molek (AMO)
Bukit Selasih (BSE)
Sei Lindai (SLI)
Sei Lindai (SLI)

RSS
SIR
RSS
SIR

7.500
40.000
5.000
20.000

Jumlah

72.500

E.   Struktur Organisasi PTPN V (Persero)

 

DIREKTUR UTAMA         (05.D1)            : Fauzi Yusuf

DIREKTUR PRODUKSI   (05.D2)            : Suharjoko

DIREKTUR KEUANGAN             (05.D3)            : Erwan pelawi

DIREKTUR RENBANG    (05.D4)            : Bambang Listijono

DIREKTUR SDM/UMUM (05.D5)            : Djoko Muljono

NO

BIRO / BAGIAN

KODE BIRO/

BAGIAN

1

BIRO CORPORATE SECRETARY ( BIRO CS )

05.00

2

BIRO SPI

05.01

3

BAGIAN TANAMAN

05.02

4

BAGIAN TEKNIK

05.03

5

BAGIAN PENGOLAHAN

05.04

6

BAGIAN AKUTANSI

05.05

7

BAGIAN PEMBIAYAAN

05.06

8

BAGIAN PUKK DAN BINA LINGKUNGAN

05.07

9

BAGIAN PEMASARAN

05.08

10

BAGIAN PERENCANAAN , PENGKAJIAN DAN TI

05.09

11

BAGIAN SDM

05.10

12

BAGIAN UMUM

05.11

13

BAGIAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

05.12

14

PANITIA PELELANGAN BARANG DAN JASA ( P.TENDER)

05.13

15

BAGIAN PENGEMBANGAN TANAMAN

05.14

16

BAGIAN PEMBELIAN TBS & BOKAR

05.15

 

a.   Tata Kelola Perusahaan

Manajemen berkeyakinan bahwa pengelolaan Perusahaan secara sehat merupakan bagian dari upaya yang harus dilaksanakan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Pengelolaan secara sehat tersebut merujuk pada best practices serta prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance,-GCG). Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Keputusan Menteri BUMN No. 117/MMBU/2002 dan berbagai regulasi lain telah menggariskan prinsip GCG tersebut.

Perusahaan telah melaksanakan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dan memandang GCG sebagai suatu proses terstruktur yang diterapkan untuk melangsungkan dan mengelola Perusahaan melalui prinsip-prinsip: Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Kemandirian dan Kewajaran.
Untuk menguji kemajuan Perusahaan dalam menerapkan GCG,Perusahaan mengundang pihak eksternal independen untuk melakukan penilaian. Hasil penilaian terakhir menunjukkan skor implementasi GCG Perusahaan mencapai 74,70 dari skala 1-100 poin. Berbagai langkah dalam menerapkan dan mengembangkan pedoman dengan sistem yang lebih fleksibel dan teruji agar sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik telah mulai diterapkan di lingkungan Perusahaan melalui:
Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Pedoman ini menjadi dokumen fundamental untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat dan beretika sebagaimana diharapkan oleh Perusahaan dan stakeholder-nya. Pengaturan tata kelola perusahaan dalam pedoman ini meliputi pokok-pokok pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik, berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran. Pedoman ini juga mengatur organ-organ utama GCG (Rapat Umum Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi) serta perangkat pendukung GCG (komite audit, sekretaris Perusahaan dan auditor ekstern). Pengelolaan informasi (keterbukaan dan kerahasiaan informasi), sistem pengendalian intern, etika dan budaya perusahaan, perlakuan terhadap stakeholders dan pengaturan terhadap benturan kepentingan juga diuraikan di dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan ini.

  1. 1.              Aturan Perilaku Insan Perseroan

Aturan Perilaku berfokus pada relasi antar-individu di dalam Perusahaan yang didasarkan pada nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Perusahaan, yaitu kejujuran, integritas, disiplin dan tanggung jawab. Aturan ini mengatur perilaku individu komisaris, direksi, dan karyawan serta hubungan dengan stakeholder, termasuk di antaranya pembinaan dan pengembangan karyawan dan tanggung jawab sosial Perusahaan.

Melalui pengaturan di dalam Aturan Perilaku Insan Perseroan ini, diharapkan dapat tercipta iklim dan lingkungan kerja yang kondusif, yang mampu mendorong pencapaian kinerja yang lebih baik yang pada gilirannya mampu meningkatkan produktifitas kerja.
Kedua pedoman tersebut bersifat dinamis dan adaptif sesuai dengan kondisi dan dinamika lingkungan bisnis Perusahaan, sehingga keduanya akan senantiasa diperbaharui agar mampu menyelaraskan dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam dunia usaha. Perusahaan juga telah melengkapi infrastruktur GCG dengan pedoman-pedoman yang lain,yaitu Buku Panduan Direksi dan Komisaris. Komitmen untuk melaksanakan GCG juga ditunjukkan oleh Komisaris Perusahaan yang telah menerbitkan Code of Conduct bagi Komisaris.

Code of conduct Komisaris antara lain berisi:
1. Tata tertib intern komisaris
2. Hubungan surat menyurat komisaris
3. Program pengenalan komisaris baru
4. Pengembangan dan pelatihan komisaris
5. Pedoman perilaku/etika komisaris

  1. 2.              Panduan bagi Komisaris dan Direksi

Tujuan Board Manual adalah untuk mempermudah kerja Komisaris dan Direksi dan pengembanganya selalu dilakukan sesuai kebutuhan Perusahaan. Panduan ini lahir dari komitmen dan niat baik dari jajaran Direksi dan Komisaris Perusahaan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih transparan, akuntabel, fairness, mandiri sesuai dengan prinsip-prinsi GCG yang selama ini menjadi kewajiban bagi setiap BUMN.

Board manual ini diharapkan menjadi panduan bagi Direksi Perusahaan dalam harmonisasi gerak langkah dengan jajaran komisaris dalam rangka pemenuhan semua kepentingan Stakeholders. Penatausahaan Perusahaan yang lebih baik berdasarkan prinsip-prinsip GCG menghendaki kejelasan sistem dan struktur hubungan antar organ Perusahaan. Kewenangan, tugas, hubungan kerja masing-masing organ Perseroan didefinisikan secara jelas dan dijalankan secara konsisten yang pelaksanaannya tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

F.    KERJA SAMA

1. KERJA SAMA ANTAR BUMN
1.1. Konsorsium Biodiesel
            Perusahaan telah menandatangani MOU tentang pembangunan Pabrik Biodiesel antara Perusahaan, PTPN III, dan PTPN IV. Akan dibentuk tim kecil yang direncanakan membahas tentang bentuk badan usaha konsorsium dan rencana kerja jangka pendek.

1.2. Konsorsium Pembangkit Listrik Tandan Sawit

Perusahaan ikut serta dalam rencana Konsorsium Pembangkit Listrik Tandan Sawit (PLTBS) PTPN I – VII.

G.    KERJA SAMA DENGAN MITRA USAHA LAIN
2.1. Plasma
Pola kerjasama Perusahaan dengan plasma masih berupa binaan dan pembelian produksi. Direncanakan kedepannya pola kerjasama yang dilakukan berupa kemitraan antara Perusahaan dengan petani mandiri/KUD/Pihak III atau swasta, dimana dalam pelaksanaannya manajemen anak Perusahaan terpisah dari Perusahaan. Unit-unit yang dikelola meliputi: Kebun Plasma, PKS dan Proyek Pembangunan Kebun Plasma Kelapa Sawit dengan pola KKPA.

2.2.      Pemerintah Kabupaten Siak Penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding)

Yaitu  segi tiga antara Perusahaan, Pemkab Siak, dan Bank BNI 46 sebagai penyalur dana (channeling) telah dilaksanakan pada tanggal 10 April 2003 di Siak Sri Indrapura. Kemajuan proyek pembangunan Kebun Siak saat ini :

• Tahap I seluas 3.500 Ha sudah TM I.
• Tahap II seluas 5.182 Ha, di mana seluas 1.000 Ha sudah TBM III, 3.182 Ha menjadi TBM II seluas 2.038 Ha dan 1.144 menjadi TBM I, dan sisa sebanyak 1.000 Ha menjadi TBM I seluas 700 Ha dan 300 Ha masih dalam proses LC dan tanam.

Dalam hal ini Pemkab Siak berperan sebagai penanggung jawab program dan Perusahaan sebagai pelaksana/kontraktor dan akan memiliki saham di perusahaan patungan. Perusahaan melakukan Perjanjian Kerjasama Usaha Perusahaan Patungan Kelapa Sawit dengan PD Sarana Pembangunan Siak dan PT Prima Kelola Agribisnis Agroindustri melalui perjanjian No. 12-SPK PTPN-V/05.D1/05.00/VI/2008 dengan tujuan kerjasama adalah berusaha dalam bidang perkebunan yang bergerak dari hulu sampai hilir serta pemasaran hasilnya. Komposisi penyertaan dalam perusahaan patungan yaitu PD Sarana Pembangunan Siak 75% (Rp 15 Milyar), PT Perkebunan Nusantara V 15% (Rp 3 Milyar) dan PT Prima Kelola Bisnis Agribisnis Agroindustri 10% (Rp 2 Milyar).

  1. H.  Akses Informasi Perusahaan

Untuk memenuhi asas transparansi, Perusahaan memandang perlu adanya penyebarluasan informasi secara transparan baik kepada stakeholder dan shareholder maupun kepada masyarakat umum. beberapa media yang selama ini telah digunakan untuk penyebarluasan informasi antara lain melalui internet dengan alamat http://www.ptpn5.com, http://members.bumn-ri.com/ptpn5, menerbitkan company profile, mencetak brosur, publikasi melalui surat kabar, majalah dan media lainnya dan berpartisipasi dalam kegiatan pameran/ekspo. Perusahaan juga telah mengaplikasikan sistem e-mailnya sendiri dengan domain: nama_user@ptpn5.co.id.

Untuk lingkungan internal, Perusahaan menerbitkan buletin “Informatika” dan “Berita Kita”. Perusahaan telah membangun LAN (Local Area Network) untuk mengakses intranet dan internet. Untuk melakukan akses ke beberapa kebun dan pelabuhan pengapalan, Perusahaan telah membangun jaringan yang menggunakan fasilitas satelit.

Untuk keperluan sistem informasi internal, Perusahaan telah dan sedang mengembangkan sistem informasi manajemen antara lain:
1. Webintranet PTPN V
2. Sistem informasi Produksi berbasis SMS (Short Message Service)
3. Sistem Informasi Rekam Medis Online
4. Sistem Informasi SDM berbasis Web
5. Sistem Informasi Geografis (dalam proses pembuatan)
6. Sistem Informasi Akuntansi (SPDK-Net)
7. Sistem Informasi Bina Lingkungan

  1. I.      Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Perusahaan dalam menjalankan operasinya tidak semata-mata bertujuan memenuhi kepentingan pemegang saham (shareholders), namun juga memperhatikan keselarasan dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders). Manajemen berkeyakinan bahwa eksistensi dan operasi Perusahaan harus memberi manfaat bagi para stakeholders-nya.

Konsumen
Perusahaan tidak berhubungan langsung dengan pembeli produk Perusahaan. Proses penjualan dilaksanakan lewat Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PTPN I-XIV melalui proses tender. Namun Perusahaan senantiasa memelihara kualitas produk yang diserahkan kepada pembeli. Perusahaan menetapkan batasan indikator-indikator mutu atas produk yang diserahkan kepada pembeli, antara lain kadar asam lemak bebas, kadar air, kadar kotoran dan sebagainya.

Karyawan
Hubungan antara Perusahaan dan karyawan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disusun oleh Perusahaan dan karyawan yang diwakili oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun). Perjanjian yang diperbaharui setiap dua tahun ini mengatur hak dan kewajiban Perusahaan dan karyawan serta tunduk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan peraturan ketenagakerjaan lainnya. Perusahaan memberikan fasilitas yang memadai kepada karyawan, baik fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas ekonomi (melalui koperasi karyawan), fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya.

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti (defined benefit) untuk seluruh karyawan tetap melalui Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun). Dalam program ini, manfaat pensiun yang akan dibayarkan dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir dan masa kerja karyawan. Berdasarkan laporan aktuaris Tubagus Syafrial, FLMI, FSAI, MBA dari PT Binaputera Jaga Hikmah rasio pendanaan dana pensiun Perusahaan telah mencapai 100%, sehingga memenuhi Kualitas Pendanaan Tingkat Pertama.

Pembinaan karyawan dilaksanakan secara terstruktur melalui mekanisme reward and punishment serta mutasi dan promosi. Sedangkan untuk pengembangan karyawan, Perusahaan memberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai program pendidikan, baik yang diselenggarakan secara internal (in house training) maupun yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan. Perusahaan juga menyediakan peluang yang sama kepada karyawan yang memiliki kompetensi bidang kerja yang dibutuhkan Perusahaan untuk pengembangan karirnya sesuai dengan kelayakan dan kemampuan.

Proses pengembangan karir karyawan dilakukan melalui tahapan-tahapan uji kelayakan dan kepatutan sesuai dengan standar Perusahaan. Pelaksanaan rekrutmen karyawan baru didasari atas kebutuhan Perusahaan dan dilaksanakan melalui lembaga independen.

  1. KomunitasBina Lingkungan

Sebagai wujud kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat tempatan dan sekaligus membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan serta mengurangi kesenjangan sosial, Perusahaan telah menyalurkan dana Bina Lingkungan/CD untuk Kabupaten/Kota di Propinsi Riau. Bentuk bantuan Bina Lingkungan yang diberikan kepada masyarakat di lingkungan Perusahaan diberikan bagi sektor Pendidikan, sektor Kerohanian, sektor Kesehatan, sektor Olahraga, sektor Kesenian, bantuan untuk Bencana Alam dan Infrastruktur.

PENYALURAN DANA BINA LINGKUNGAN PTPN – V (Persero) PEKANBARU
Proyek Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA)

Dalam rangka pemerataan pembangunan melalui penyebaran pendapatan masyarakat tempatan yang belum terakomodasi dalam kegiatan pembangunan, Perusahaan melakukan kemitraan dengan petani. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA. Perusahaan telah bermitra dengan sejumlah 15 Koperasi Unit Desa dan telah terealisir kebun Kelapa Sawit pola KKPA seluas 7.200 Ha.

Petani Plasma

Hubungan antara perusahaan dan petani telah berlangsung lama dalam mengelola bisnis kelapa sawit. Perusahaan memberikan pembinaan manajemen dan bantuan teknis kepada petani plasma sekitar kebun. Keberadaan perusahaan merupakan salah satu faktor dalam meraih sukses dan memberikan standar kehidupan yang lebih baik bagi petani.

 

Proyek Siak

Perusahaan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan program pembangunan kebun kelapa sawit bagi masyarakat tempatan melalui Proyek Siak. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran serta merupakan nilai tambah bagi masyarakat di Kabupaten Siak. Proyek Siak I seluas 3.500 Ha di Kecamatan Sungai Apit dan Bunga Raya telah selesai dilaksanakan dan saat ini dalam tahap TBM. Keberhasilan ini diikuti dengan pembukaan Kebun Kelapa Sawit Proyek Siak II seluas 5.182 Ha di 5 Kecamatan.

Pengelolaan Limbah

Perusahaan mengupayakan teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan pada setiap kegiatan produksi. Perusahaan memastikan tidak terdapat pencemaran terhadap tanah, udara dan air melalui pengelolaan limbah seperti zero burning, land application dan analisa mengenai dampak lingkungan. Perusahaan juga mencoba merubah anggapan bahwa produk sampingan seperti cangkang, fiber, buangan pabrik bukanlah limbah, dan dapat dijadikan pupuk bila diangkut ke kebun. Perusahaan yakin penciptaan lingkungan kerja yang sehat, nyaman dan aman bukan hanya membawa kebaikan tetapi memberikan dampak potensial bagi pertumbuhan usaha.

Koperasi dan PUKK

Pembangunan berkelanjutan yang dilakukan Perusahaan bagi masyarakat tempatan sebagai bagian dari sosio-ekonomi nasional seiring dengan prinsip ekonomi kerakyatan. Setiap tahunnya Perusahaan menempatkan 2% – 3% dari keuntungan bersih setelah pajak untuk memberikan bantuan secara aktif (mulai keahlian manajemen sampai aspek teknis) sebagaimana dipersyaratkan RUPS bagi membantu pengusaha kecil tempatan dan koperasi. Bentuk bantuan yang diberikan kepada mitra (Pengusaha Kecil & Koperasi) berupa: Pinjaman Modal Kerja Pembinaan, Pelatihan, Pameran/Promosi yang bermanfaat untuk peningkatan SDM dan Produktivitas usaha mitra.

DANA BANTUAN PROGRAM KEMITRAAN/PUKK PTP NUSANTARA V

K.  Penghargaan

            Perusahaan menerima penghargaan Zero Accident Award di Hotel Sultan Jakarta yang diserahkan oleh Bapak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Erman Suparno untuk Kebun Sei Rokan, RS Sri Rokan, RS Tandun, RS Nusa Lima, PKR Bukit Selasih, dan PKS Tandun.
Perusahaan menerima Sertifikat Bendera Emas SMK3 untuk PKS Sei Intan, PKS Tanjung Medan, PKS Tandun, PKS Sei Garo, PKS Sei Pagar, PKS Lubuk Dalam, Rumah Sakit Tandun, PKO Tandun, Kebun Sei Rokan dan PPKR Bukit Selasih. Sertifikat ini akan diserahkan pada bulan Mei 2010 di Istana Presiden Republik Indonesia.

Untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000, Perusahaan tetap mendapat kepercayaan memegang sertifikat ISO 9001: 2000 untuk tiga unit PKS masing – masing PKS Tandun, PKS Terantam dan PKS Sei Rokan yang dikeluarkan oleh badan sertifikasi TUV NORD. Pada Audit Surveilance, Perusahaan juga tetap mendapat kepercayaan memegang sertifikat ISO 9001:2000 untuk 9 unit PKS dan 1 PKR yaitu: PKS Sei Rokan, Tandun, Terantam, Sei Tapung, Lubuk Dalam, Tanjung Medan, Sei Garo, Sei Pagar, Sei Galuh, Sei Buatan, Tanah Putih, Sei Intan dan PKR Sei Lindai.

Disamping itu Perusahaan juga mendapatkan Sertifikat ISO 14000:2004 untuk Sistem

 Manajemen Lingkungan.

Ada tiga unit PKS yang mendapatkan sertifikat tersebut yaitu: PKS Sei Pagar, Sei Buatan dan PKR Sei Lindai.

(Penghargaan Sebagai BUMN Perkebunan Terbaik Versi Majalah Investor.)
Penghargaan dari Kementerian Negara BUMN, sebagai Pemenang III untuk Pemutakhiran Data di Portal PKBL dan Pemenang V untuk Pemutakhiran Data di Portal

Publik.

BAB III

AKTIVITAS PRAKTEK KERJA INDUSTRI

  1. A.   Delegasi Tugas

 

Menurut Jack Ollis dan Mechael Le beouf Ph.D, dalam bukunya “Bekerja Lebih Pintar Bukan Lebih Keras” (1993 : 142), dalam pendelegasian tugas yang penting dilakukan adalah beberapa pertimbangan atau strategi untuk melakukan pendelegasian tugas secara efektif.

Menurut Sutarto (1986 : 142) delegasi tugas adalah penyerahan sebagian tugas untuk mengambil yang di perlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik dari seorang pegawai (atasan) kepada pegawai yang lain (bawahan).

            Definisi Administrasi Perkantoran dalam laporan ini ialah Usaha penyelenggaraan perkantoran guna membantu pucuk pimpinan organisasi dalam pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan organisasi, atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Office Management.

Administrasi Perkantoran meliputi kegiatan pelayanan keamanan, kebersihan dan keindahan, pelayanan tamu, pelayanan telepon, pelayanan
kepegawaian, pelayanan kesiswaan, pelayanan keuangan, pelayanan umum, pelayanan surat menyurat dan ekspedisi.

B.   Koordinasi Tugas

 

Dalam buku dasar organisasi karangan Sutarto, diambil kutipan dari George R. Terry koordinasi tugas adalah singkronisasi yang teratur dari usaha – usaha untuk menciptakan kepantasan, kualitas, waktu dan penghargaan pelaksanaan yang menghasilkan keselarasan dan kesatuan tindakan untuk tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Herbert G. Hicks prinsip koordinasi menerangkan bahwa pelaksanaan organisasi itu efektif apabila semua orang dan sumber disingkronkan.

Adapun manfaat koordinasi adalah sebagai berikut :

  1. Dengan koordinasi dapat dihindarkan kemungkinan pertentangan antar satu organisasi antar pejabat.
  2. Koordinasi dapat menghindari timbulnya rebutan fasilitas.
  3. Menghindari pengadaan tugas atau pekerjaan oleh satuan organisasi.
  4. Menjamin adanya kesatuan sikap antara pejabat.

Selama PKL di PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru, penulis melaksanakan tugas-tugas yang di berikan, berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan.

C.  Penyelesaian Tugas

Dalam menyelesaikan tugas, para karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru bagian Teknik (05.03) memiliki acuan yang berisi keterangan petunjuk untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing.

Selama Penulis penulis PKL di PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru, penulis  merasa telah melaksanakan semua tugas-tugas yang di berikan oleh Bagian Teknik. Adapun tugas-tugasnya antara lain :

Uraian kegiatan

  1. Mengecek Surat Masuk ke bagian Protokoler

Selama penulis melaksanakan Prakerin di PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V Pekanbaru, setiap harinya penulis mengecek surat masuk ke bagian Protokoler. Di ruang Protokoler tersebut telah tersediakan masing-masing locker surat menurut bagian-bagian, mulai dari bagian bidang di kantor tersebut hingga bagian-bagian Kebun/PKS/Plasma cabang PT. Perkebunan Nusatara V Pekanbaru. Penulis mengambil surat di locker bagian teknik (05.03),kemudian mengagendakan surat masuk tersebut ke dalam buku agenda yang telah di sediakan.

Format buku agenda pengambilan surat masuk di Bagian protokoler

No.

Tanggal

Uraian

Paraf

1. 15 Maret 2011 Memo : 001-M/05.D2/05.03/III/2011
Memo : 045-Ins/05.02/05.03/III/2011
Memo :  001-M/05.D2/05.03/III/2011
Memo :  045-Ins/05.02/05.03/III/2011
  1. Mengagendakan, Menstempel, Mengarsipkan dan Menyusun File

Arsip merupakan dokumen penting suatu perusahaan. Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri di PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V Pekanbaru, penulis mengarsipkan surat masuk dan surat keluar. Kemudian penulis menyusun surat-surat tersebut ke dalam folder arsip . Sebelum di arsipkan, surat-surat terlebih dahulu dicatat di buku agenda dan di beri lembar disposisi. Setelah itu, Surat-surat tersebut disusun berdasarkan nomor urut dan sesuai macamnya, agar bila suatu saat diperlukan dapat di cari dengan mudah.

  1. Mengagendakan surat adalah setelah surat mendapat persetujuan dari pimpinan, maka surat itu harus di agendakan ke dalam uku agenda keluar atau buk rbal untuk memebri kode atau nomor surat. Nomor urut agenda sebagai nomor surat yang akan di kirim. Nomor surat biasanya di ikuti oleh kode surat yang telah ditetapkan oleh masing-masing Perusahaan.

Cara yang digunakan yaitu mencatat alamat si pengirim, mencatat no. surat, tanggal, perihal, ke dalam buku agenda surat masuk. Apabila surat keluar caranya yaitu menulis alamat tujuan, tanggal pengiriman surat, no. surat, dan perihal ke dalam buku agenda surat keluar. Misalnya pada baris, nomor surat tertulis Nomor : 001-M/05.03/05.D2/III/2011

001             : Nomor surat yang di ambil dari buku Agenda

M                : Bersumber dari indeks yang di pakai

05.03          : Menunjukan Surat tersebut di kirim dari Bagian Teknik (05.03)

05.D2         : Menunjukkan Surat tersebut dikirim untuk Bagian Direktur Produksi (05.D2)

III               : Menunjukkan Bulan surat di buat.

2011           : Tahun Surat di Buat.

Lembar Disposisi adalah lembaran kertas yang di sediakan oleh agendaris untuk membubuhkan disposisi pimpinan yaitu catatan berupa saran/taggapan/instruksi setelah surat di baca oleh pimpinan.

Surat masuk di lampiri lembar disposisi (Action slip) oleh sekretaris atau kepala tata usaha. Kemudian diteruskan kepada pimpinan atau pejabat bagian untuk memperoleh tanggapan atas isi surat. Surat yang telah memperoleh disposisi disampaikan kembali kepada sekretaris atau kepala tata usaha selanjutnya diteruskan kepada unit pengolah untuk di proses sesuai dengan disposisi. Apabila pimpinan menganggap perlu agar sesuatu surat di proses melalui beberapa pejabat/kepala bagian, maka sekretaris atau petugas pengarah surat dapat menyertakan suatu lembaran/formulir yang disebut routing slip. Surat yang harus di proses melalui beberapa pejabat/kepala bagian , sekretaris atau petugas penanganan surat perlu memperbanyak surat tersebut untuk dtanggapi dengan cepat. Kegiatan memperbanyak disebut penggandaan (duplicating).

Menstempel / cap adalah memberikan stempel pada arsip yang di terima atau di kirim. Misal, menstempel surat dengan stempel arsip teknik. Kemudian surat di arsipkan sesuai macamnya.

Macam-macam surat yang pernah diarsipkan oleh penulis :

  1. SKEP (Surat Keputusan)
  2. SEDA (Surat Edaran)
  3. SPED (Surat Pedoman)
  4. SPEN (Surat Pengantar)
  5. SPEM (Surat Pemberitahuan)
  6. RATEL (Radio Telegram)
    1. Memo dari macam-macam bagian
    2. Surat-surat dan Memo dari Macam-macam Kebun/Inti/Plasma.
    3. Cuti Karpel dan Karpim
    4. Addendum Panitia Tender
    5. Surat dari/untuk Pihak Ketiga
    6. Undangan dan Notulen Rapat
    7. Laporan Kunjungan Seminar Pelatihan
    8. Surat Kuasa
    9. Bezeting
    10. SMK3 (Hasil penelitian/penemuan)
    11. Surat dari/untuk Panitia Tender
  1. Mengetik surat-surat.

Biasanya penulis mendapat tugas mengetik surat setelah di beri konsep surat oleh karyawan yang bersangkutan.

Setelah itu barulah konsep surat tersebut di ketik. Kemudia di cetak di kertas buram untuk di koreksi oleh yang bersangkutan. Apabila masih ada yang salah, maka konsep surat tersebut harus di benahi terlebih dahulu. Apabila sudah sesuai , maka konsep surat yang telah di ketik tadi di cetak pada kertas HVS/Quarto.

Macam-macam surat yang pernah di ketik oleh penulis :

a)      SPEM (Surat Pemberitahuan)

b)      RATEL (Radio Telegram)

c)      Surat Kuasa

d)     Surat Perjanjian Jual-Beli

e)      Memo Proses Tender

f)       Memo ke Bagian Direktur

g)      Memo ke Bagian-bagian

h)      Memo ke Kebun/Inti/Plasma

i)        Undangan

j)        CUTI Karpim dan Karpel

k)      Surat Konsep Bestek

l)        Mengetik format buku agenda Cuti

CONTOH Surat-surat terlampir.

  1. Meminta tanda tangan ke Bagian direktur.

Biasanya penulis mendapat tugas untuk meminta tanda tangan kepada Direktur Produksi (Dirprod) melalui bagian Acc atau disebut juga dengan ruang kaca.

  1. Mengantar surat langsung kepada bagian.

Mengantar surat langsung kepada bagian dimaksudkan ialah mengirim surat secara langsung ke bagian yang di tuju oleh surat tersebut. Sebelum dikirim, tentu saja surat terlebih dahulu di agendakan ke dalam buku agenda. Kemudian surat di antar bersama surat buku agenda tadi, setelah surat di terima maka si penerima akan menandatangani buku agenda tersebut sebagai bukti surat yang dikirim telah di terima.

  1. Mengirim surat ke Kebun/Inti/Plasma melalui Bagian Protokoler

Surat dari Bagian Teknik yang akan di kirim ke Kebun/Inti/Plasma melalui Bagian Protokoler, sebelum dikirim harus di agenda kan terlebih dahulu. Setelah itu surat dikirim ke Bagian Protokoler dan di tanda tangani oleh petugasnya. Sebagai tanda terima. Kemudian surat tersebut kita masukkan ke dalam masing-masing locker sesuai dengan alamat tujuan surat. Misal, surat itu hendak di kirim ke Kebun Sei Rokan, maka surat tersebut di masukkan ke dalam locker SRO (Kebun Sei Rokan). Jika surat itu di kirim ke PKS Sei Rokan, maka Locker nya sudah lain lagi. Surat tersebut harus di masukan ke locker PKS SRO. Di ruangan Protokoler tersebut terdapat locker Kebun,PKS,SBU,Plasma,Bagian-bagian unit kerja PTPN V.

  1. Mengirim Berita Ratel

Berita Ratel adalah Berita yang disampaikan melalui Radio Telegram.  Ratel di ketik oleh petugas ratel kemudian di tanda tangani oleh Kabag Teknik. Setelah itu Ratel di agendakan dan dikirim melalui Bagian Protokoler.

  1. Merekap RKAP

RKAP adalah Rencana Kerja Anggaran Perusahaan. Merekap RKAP ialah kegiatan membenahi RKAP bulan kemarin menjadi sesuai dengan RKAP bulan sekarang.

Cara penghitungannya, “Biaya” dibagi dengan “Km” dan hasilnya di dapat dalam bentuk “Rp/Km”.

  1. Merekap RKO

RKO adalah Rencana Kerja Operasional. Biasanya penulis merekap RKO bulan kemarin lalu ditambah dengan rekap RKO bulan ini.

  1. Merekap Laporan Manajemen (LM)

Cara perhitungannya : setiap bulannya di kutip biayanya dari biaya real bulan lalu ditambah dengan biaya real bulan ini. Kemudian, anggaran bulan lalu ditambah dengan anggaran bulan ini.

  1. Merekap Harga Perhitungan Sendiri (HPS)

Harga Perhitungan sendiri adalah lembaran untuk menentukan harga-harga bahan yang akan di belanjakan oleh perusahaan dengan memakai perkiraan harga atau menurut perhitungan sendiri. Kemudian akan di koreksi oleh Pimpinan.

  1. Merekap Cash Flow

Cash Flow adalah arus pengeluaran dan pendapatan pada suatu usaha, yaitu pada usaha kelapa sawit. Cash Flow di rekap di setiap bulannya.

Cara penghitungannya Penjualan TBS dikurangi Upah Panen kemudian di kurangi Gaji pekerja.

  1. Merekap AU.31, AU.31.1 , AU.32

Permintaan Anggaran Pengadaan Barang dan Bahan. AU.31, AU.31.1 dan AU.32 biasanya digunakan untuk proses tender. Format rekap AU.31, AU.31.1 dan AU.32 yaitu, mencantumkan no. AU nya , uraian pekerjaan , dan total biaya.

  1. Memberi lampiran Kartu kendali pada AU.31.

Memberi lampiran kartu kendali pada AU.31, AU.31.1 , AU.32 dengan mengisi nya. Kemudian di depannya diberi lampiran kertas Notebook yang di isi dengan keterangan ada dan tidaknya anggaran pada dokumen tersebut.

  1. Mengangkat telepon

Apabila ada telpon masuk, maka penulis mengangkat telepon tersebut. Kemudian , penulis menanyakan maksud dan tujuan si penelepon.

  1. Foto copy

Memfoto copy surat interen, memo dan jenis-jenis surat lainnya untuk menggandakan dokumen tersebut untuk diarsipkan,pertinggal atau di edarkan. Foto copy dikerjakan dalam meja foto copy ruang Bagian Teknik atau terkadang foto copy ke Bagian foto copy.

  1. Membuat tab dan guide untuk folder arsip

Tab dan guide adalah skat pembatas atau skat penunjuk. Pada Kepala tab terdapat nama kelompo file. Misalnya, Tab Kebun SGH, Tab Ir. Donny TP. Harahap , Tab Ratel dari/untuk dll.

  1. Mempelajari Standard Operating Procedure (SOP) PT. Perkebunan Nusantara V

Mempelajari tentang prosedur keselarasan kerja (operasi) di dalam sistem kerja PT. Perkebunan Nusantara V pekanbaru.

  1. Mempelajari Instruksi Kerja (IK) PT. Perkebunan Nusantara V

Mempelajari tentang segala tata cara , perintah atau instruksi kerja di dalam pelaksanaan pekerjaan di PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru.

  1. Meminjam Laporan Manajemen ke Bagian lain

Apabila dalam Merekap Laporan Manajemen menemui kendala, missal ada LM yang tidak cocok atau belum tiba, maka penulis meminjam LM ke Bagian lain dengan cara meminta izin dan mengisi lembaran tanda pinjam.

  1. Meminta tanda tangan dan mengantarkan peta dari juru gambar

Penulis mengantarkan peta dari juru gambar kepada Direktur Produksi untuk diteken dan diperiksa.

  1. Mempelajari Neraca Percobaan

Neraca percobaan adalah berupa anggaran belanja perusahaan yang di ajukan dari Kebun/Inti/plasma/RS kepada Kantor Pusat. Pada Bagian Teknik (05.03), terdapat 3 rubik yaitu rubik 0, rubik 2. Dan rubik 4.

  1. Mengagendakan Bestek

Mengangendakan Bestek untuk mempermudah pengawasan keluar masuknya surat

BESTEK di Bagian Teknik.

  1. Bezeting

Dalam bezeting berisi tentang daftar nama yaitu : Karyawan Gol IIIA-IVD, Trainee, Papam , Karyawan Honorer , Karyawan MBT .

v  Hasil Pengamatan

Mempelajari dan menghafal di setiap perkerjaan yang di berikan  dan mencoba untuk menyelesaikan permasalahan bersama karyawan pelaksananya. Agar pada saat permasalahan itu ada, maka kita bisa menanggulangi/menyelesaikannya dengan baik. Semua pekerjaan yang di bebankan kepada penulis telah mendapat bimbingan terlebih dahulu dari pembimbing. Sehingga pembimbing tidak merasa kesulitan dalam melaksanakannya.

BAB IV

PENUTUP

Alhamdulillah dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik, walaupun dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Laporan ini kami susun semaksimal mungkin agar mudah dipahami isinya. Kami menyadari bahwa kami sebagai manusia tidak bisa lepas dari kekeliruan dan kesalahan, maka dari itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

  1. a.      Kesimpulan

Setelah kami melaksanakan Prakerin selama 4 bulan di PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V di Bagian teknik (05.03), penulis dapat menyimpulkan :

Sekilas Perusahaan

PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru, merupakaan BUMN Perkebunan yang didirikan tanggal 11 Maret 1996 sebagai hasil konsolidasi kebun pengembangan PTP II, PTP IV, dan PTP V di Provinsi Riau. Secara Efektif Perusahaan mulai beroperasi sejak tanggal 9 April 1996 dengan Kantor Pusat di Pekanbaru. Saat ini kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di JL. Rambutan No. 43 Pekanbaru, dengan Unit-unit Usaha yang tersebar di berbagai Kabupaten di Provinsi Riau.

Hingga tahun 2010 Perusahaan mengelola 52 unit kerja yang terdiri dari 1 unit Kantor Pusat ; 6 Strategic Business Unit (SBU) ; 24 unit Kebun Inti/Plasma ; 12 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ; 4 Fasilitas Pengolahan Karet Pabrik Karet dan 3 Rumah Sakit. Areal yang di kelola oleh Perusahaan seluas 190.419,21 Ha, yang terdiri dari 93.473,51 Ha lahan sendiri/inti, 96.669,78 Ha lahan plasma dan HGB seluas 275,92 Ha.

              Tugas-tugas di Bagian Teknik (05.03)

  1. Membantu direksi melaksanakan fungsi-fungsi managemen didalam merencanakan dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan mesin-mesin/instalasi,traksi dan dinas sipil/bangunan, baik di kebun sendiri(inti) maupun dikebun plasma (PIR) dan daerah pengembangan.
  2. Melaksanakan pengawasan melekat diseluruh jajarannya.
  3. Membina kerja sama dengan bagian yang terkait sehingga seluruh kebijakasanaan Direksi mencerminkan kekompakan yang bulat untuk dilaksanakan oleh unit pelaksana perusahaan.
  4. Menyusun standar pemeliharaan instalasi pabrik untuk mencapai kapasitas terpasang, pemeliharaan perbengkelan/transportasi dan pemeliharaan bangunan, sipil , jalan, dan jembatan.
  5. Merencanakan pembangunan pabrik-pabrik baru dan perluasan dan selalu memperhatikan temuan-temuan baru yang efektif dan efesien.
  6. Membuat rencana, perawatan/pemeliharaan mesin-mesin/instalasi , traksi, alat-alat produksi, dan bangunan sipil.
  7. Menentukan standar kalkulasi fisik dan mutu barang mesin-mesin , instalasi, traksi dan bangunan sipil.
  8. Melaksanakan inventarisasi fisik dan muengevaluasi/pelaksanaan hasil pekerjaan bidang teknik (mesin-mesin, instalasi, traksi dan dinas sipil).
  9. Merencanakan dan melaksanakan pengelolaan di bidang sarana pendukung untuk tanaman yang mencakup jalan/jembatan, fasilitas pengelolaan hasil, perumahan/bangunan lainnya , dan segala sesuatunya yang menyangkut bidang sarana.

Sistem Kerja di PT. Perkebunan Nusantara V menggunakan sistem kerja campuran, yaitu mengelola semua Laporan, Kebutuhan Bahan dan Belanja , Biaya , dan Pengembangan dari seluruh cabang-cabang kebun dan Rumah sakit. Setiap Karyawan pelaksananya menghandle tugas nya masing-masing. Dan segala pekerjaan mereka berada dibawah pengawasan Karyawan Pimpinan (Kabag, Kaur dan Asst. Kaur).

Karyawan Bagian Teknik (05.03)

  • Kabag : Ir. Donny Trikora Putra Harahap
  • Kaur sipil : M. Ridwan Siregar
  • Kaur Traksi : Kurnia Johan
  • Kaur Instalasi : Nova Sinaga
  • Asst. Kaur dan Karpel

Fasilitas Kantor :

  • Perusahaan

Perusahaan memberikan fasilitas yang sangat memadai. Segala pekerjaan di dalam PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru telah di dukung dengan masing-masing fasilitas.

  • Bagian Teknik (05.03)

Di dalam Bagian Teknik (05.03), fasilitas kantor nya sangat menjamin terselesaikannya pekerjaan. Di dalamnya terdapat Komputer, mesin printer , mesin TIK , Printer Fotocopy , Printer Peta , filing cabinet, rak arsip , lemari arsip , dapur , tempat sholat , tempat istirahat dan di dalam ruangan Bagian Teknik terdapat 6 macam ruangan yaitu Ruangan Kabag, Ruangan Sekretaris Kabag, Ruangan Kaur & Asst. Kaur Instalasi, Ruangan Kaur & Asst. Kaur Traksi, Ruangan Kaur & Asst. Kaur Dinas Sipil , Ruangan Karyawan Pelaksana,

Di dalam PT. Perkebunan Nusantara V ini, penulis mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Ilmu yang di dapatkan tidak hanya sekedar sesuai dengan kejuruan yang penulis miliki, tetapi juga ilmu akuntasi dan ilmu-ilmu lainnya dalam penyelesaian pekerjaan kantor. Penulis telah memahami tentang pekerjaan seorang Sekretaris, Arsiparis , Konseptor , Resepsionis, Akuntasi dll.

  1. b.      Saran-saran

Saran untuk Sekolah :

a)      Sebaiknya komputer di sekolah dibuat khusus untuk pelajaran atau les dan komputer khusus untuk pengetikan setiap kali ada pembuatan tugas laporan maupun makalah, sehingga tugas-tugas dari Bapak/Ibu Guru dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

b)      Mengizinkan siswa untuk memilih tempat Prakerin yang diinginkan, sehingga dalam pelaksanaan tugas-tugas Prakerin tidak tertekan pada tempat yang diinginkan.

c)      Lebih Optimal lagi dalam peninjauan/mengunjungi siswa, agar siswa bisa di kontrol keaktifannya dalam melaksankan kerja.

Saran untuk Perusahaan :

a)      Penulis berharap dalam penerimaan dan penempatan para siswa yang melaksanakan Prakerin, hendaknya dipertimbangkan dahulu Bidang yang sesuai dengan jurusan siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki serta menambah pengetahuan.

b)      Mohon agar bimbingan terhadap siswa Prakerin lebih ditingkatkan.

c)      Lebih sportif dalam penyelesaian pekerjaannya.

d)     Dapat menjalin kerja sama yang baik antara  pihak PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru dengan SMK Muhammad Yunus Pujud.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.